HTI dan PKI Sama-sama Gerakan Berbahaya

POLITIKVIRAL.COM – Isu kebangkitan PKI kembali muncul belakangan ini. Isu PKI (Partai Komunis Indonesia) muncul sejak Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Presiden RI. Isu PKI dimainkan semata untuk menjatuhkan dan menggulingkan Jokowi dari kursi kepresidenan.

Miris sekali negara kita ini, pemimpin negara sendiri ingin ditajuhkan dengan menggunakan isu seperti ini. Isu bangkitnya PKI kembali dibangkitkan seiring semakin dekatnya Pilpres dan juga saat ini sedang masa kampanye.

Pihak oposisi menggunakan berbagai cara untuk menyebarkan isu ini. Salah satu cara yang digunakan adalah melewati acara do’a bersama untuk Habib Rizieq Shihab (HRS) yang diadakan di Monas (29/9). Dalam acaratersebut rupanya dibagikan buku PKI bergambar Jokowi yang berjudul ’PKI, Apa dan Bagaimana?

 

Beredarnya buku tersebut membuat acara tersebut tercoreng karena diduga terdapat kampanye hitam. Kampanye hitam yang dimaksud adalah adanya bagian buku yang membahas ‘Jokowi dan PKI’.

 

Buku tersebut rupanya ditulis oleh HRS sendiri dan dibagikan oleh orang-orang yang memakai baju bertuliskan Laskar FPI (Front Pembela Islam). FPI merupakan penyelenggara do’a bersama untuk HRS ini.

Seperti yang kita ketahui, HRS merupakan Imam besar FPI. HRS sendiri memiliki peran yang penting untuk kubu oposisi. Karena HRS merupakan penggerak GNPF yang menggelar acara Ijtima Ulama II untuk mendeklarasikan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga.

Dalam Ijtima Ulama II rupanya ada tersisip ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Bahkan sempat beredar spanduk bertuliskan HTI yang mendukung Prabowo-Sandi.

HTI memang sudah dibubarkan, namun ormas terlarang ini berusaha bangkit lagi lewat kubu oposisi dengan cara menyusup ke masyarakat. Seperti contoh mereka yang menyusup di Ijtima Ulama II.

HTI menyusup ke masyarakat demi melancarkan aksi menyebarkan isu bangkitnya PKI. Mereka menyebarkan jawaban versi mereka tentang PKI, yang bertujuan untuk menjatuhkan Jokowi. Ormas terlarang ini termasuk dalam barisan anti-Jokowi. Mereka sangat bernafsu untuk menggulingkan Jokowi.

Selain untuk menjatuhkan Jokowi, isu PKI ini juga dipakai untuk mengalihkan isu visi HTI yang ingin mendirikan negara berlandaskan Khilafah Islam. Mereka memberikan doktrin kepada masayarakat yang kurang paham dengan politik mengenai Khilafah. Hal ini dilakukan sebagai jalan mewujudkan visi tersebut.

HTI dan PKI, merupakan gerakan yang berbahaya. Keduanya memiliki tujuan untuk merubah ideologi Pancasila. HTI mengubah Pancasila menjadi khilafah, dan PKI merubah Pancasila dengan paham komunis. Namun, jika dilihat dari kondisi saat ini HTI lah yang lebih memiliki potensi untuk bangkit.

Anggota HTI sudah tersebat dimana-mana. Anggota HTI yang masih dalam usia produktif juga menjadi salah satu alasan mengapa HTI memiliki potensi yang lebih tinggi dibanding PKI. Karena PKI tak memiliki militan yang cukup banyak seperti HTI.

Meski demikian, kita juga harus waspada dengan keduanya, jangan sampai lengah. Karena keberadaan keduanya bisa memicu perpecahan Indonesia. Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan lebih peka dengan adanya gerakan-gerakan politik yang membahayakan.

Sumber: http://mataindonesia.id/bagikan-buku-pki-gambar-jokowi-fpi-bisa-dijerat-hukum-dan-dibubarkan/

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *