Terbongkar!! Ternyata Ada Sosok Ini Di Balik Sandiaga Uno

POLITIKVIRAL.COM – Terpilihnya Sandiaga Uno menjadi cawapres Prabowo Subianto membuat publik terkejut. Pasalnya, nama Sandiaga Uno jauh dari prediksi masyarakat. Sandiaga berhasil menyingkirkan nama Agus Harimurti Yudhoyono dan 9 nama dari PKS. Tentu hal ini menimbulkan pertanyaan bagi masyarakat. Bagaimana bisa Sandiaga yang terpilih menjadi cawapres?

Politikus Partai Demokrat, Andi Arief mengungkap alasan di balik terpilihnya Sandiaga sebagai cawapres Prabowo. Andi mengungkapkan adanya mahar sebesar Rp 1 triliun yang diberikan kepada PAN dan PKS. Kabar ini langsung menjadi berita heboh.

Kasus ini menjadi bukti bahwa Sandiaga memanfaatkan kekayaannya untuk meraih kursi jabatan. Sandiaga terkesan memaksakan keadaan. Uang Rp 1 Triliun bukanlah jumlah yang kecil. Namun, bagi Sandiaga hal itu merupakan investasi politik. Sebenarnya apa motif Sandiaga ngotot ingin mendapatkan kursi RI-2?

Sandiaga Uno merupakan seorang pengusaha muda yang sukses. Bisnisnya merajalela sehingga Sandiaga bisa masuk ke daftar 100 orang terkaya di Indonesia. Setelah sukses di dunia bisnis, Sandiaga memilih terjun ke dunia politik.

Sudah menjadi hal yang lumrah jika seorang pengusaha sukses kemudian memilih untuk terjun ke dunia politik. Hal ini karena dunia bisnis tidak bisa dilepaskan dari dunia politik. Para pelaku bisnis kelas kakap tentu sudah sangat paham tentang hal ini. Begitu pula dengan Sandiaga Uno. Ia juga ingin melancarkan kerajaan bisnisnya dengan terjun ke dunia politik.

Di Indonesia juga banyak pengusaha yang pada akhirnya memilih terjun ke dunia politik. Seperti Abu Rizal Bakrie, Surya paloh, Chairil Tanjung dan Harry Tanoesoedibyo. Tokoh-tokoh ini adalah contoh pengusaha kelas kakap yang terjun di dunia politik. Sandiaga Uno mungkin juga ingin mengikuti jejak para pendahulunya. Siapa yang menjadi panutan Sandiaga?

Bisa dikatakan bahwa umur Sandiaga di dunia politik masih seumur jagung. Pengalamannya pun juga belum banyak. Memang benar Sandiaga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Namun ia hanya menjabat hanya dalam waktu kurang dari 1 tahun. Tentu Sandiaga membutuhkan seorang guru untuk membantunya. Pertanyaan kedua pun muncul, siapa sosok “guru” bagi Sandiaga?

Penulis pun berusaha menelusuri jejak. Berdasarkan temuan penulis, ternyata Sandiaga sudah sejak lama dekat dengan sosok Abu Rizal Bakrie (ARB). Sandiaga bahkan menyebutkan bahwa sosok ARB merupakan seorang guru baginya.

ARB adalah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Bisnisnya mendominasi pasar Indonesia. Salah satu kerajaan bisnis yang dimilikinya adalah PT Bakrie Brothers. ARB juga merupakan 40 orang terkaya di Indonesia. Hal ini jelas terbukti dengan kekayaannya yang mencapai Rp 29 Triliun.

Sukses di dunia bisnis, ARB akhirnya masuk ke dunia politik tahun 2004. ARB memutuskan untuk mengakhiri karier di dunia usaha setelah mendapat kepercayaan sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu (di bawah kepemimpinan SBY). Kemudian pada tanggal 7 Desember 2005, setelah dilakukannya penyusunan ulang cabinet, ia diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat. Setelah itu, ia terpilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada tahun 2009.

Di masa pemerintahan SBY tersebut, ARB kemudian berhasil mendapatkan persetujuan untuk melakukan proyek PT. Lapindo Brantas. Naasnya, bukan malah menjadikannya sukses, proyek tersebut malah menjadi masalah besar. Tahun 2006, bencana lumpur Lapindo terjadi. Kota Sidoarjo di Jawa Timur tenggelam dalam lautan lumpur.

Bencana ini membuat seluruh Indonesia heboh. Banyak rakyat yang menuntut ganti rugi atas bencana ini. Meskipun demikian, ARB sebagai pemilik PT. Lapindo malah ingkar tanggungjawab. Kasus ini tidak menemukan titik terang hingga pada akhirnya setelah Jokowi menjabat sebagai Presiden RI, kasus ini dapat diselesaikan dengan kesepakatan.

Kembali pada hubungan Sandiaga dan Aburizal Bakrie. Saat pencalonannya di Pilkada DKI pun, ARB juga menyatakan dukungannya kepada Anies-Sandi. ARB rela berkhianat dari Partai Golkar yang pada saat itu bukanlah partai pengusung Anies-Sandi. Mengapa demikian? Adakah motif ARB mendukung pasangan Anies-Sandi?

Anies-Sandi adalah pasangan yang diusung oleh Partai Gerindra. Partai yang berada di bawah pimpinan Prabowo Subianto tersebut merupakan partai oposisi. Sedangkan ARB merupakan elite Partai Golkar. Namun sikap ARB yang tidak sejalan dengan partainya tersebut menjadikan asumsi publik. Ternyata ada misi tersembunyi dari ARB.

Sebelum maju di Pilkada DKI Jakarta, Pasangan Anies-Sandi mendatangi kediaman ARB. Anies-Sandi meminta restu serta nasehat kepada Ayah Mertua Nia Ramadhani tersebut. Setelah pertemuan tertutup tersebut, Sandi mengaku bahwa ARB menitipkan pesan padanya.

Pertemuan politik diantara Sandi dan ARB merupakan pertemuan untuk guna merancang rencana JAHAT mereka. Ternyata, terpilihnya Sandiaga Uno sebagai cawapres Prabowo sudah direncanakan sejak awal.

Skenario ini dirancang dengan mengangkat dulu nama Sandiaga Uno di DKI Jakarta dengan menjadikannya Wagub. Hal ini bertujuan untuk mempopulerkan namanya, juga sebagai cara untuk lebih mempermudah jalan menuju kursi RI-2.

Sudah ada kesepakatan diantara para perancang skenario di atas. Sandiaga merupakan alat yang digunakan oleh ARB untuk melindungi dirinya. Apa alasannya?

Seperti yang kita tahu, ARB memiliki dosa besar terkait PT. Lapindo yang sudah dijelaskan di atas. Tahun 2019 adalah tahun jatuh tempo ARB harus melunasi hutangnya kepada negara. ARB harus mengembalikan uang negara sebanyak Rp 33,27 Triliun. Jika tidak sanggup membayar, maka seluruh aset ARB akan disita.

Sebagai sosok kapitalis, ARB tidak ingin rugi. Ia tidak akan semudah itu memberikan hartanya kepada negara. Ia akan memilih hal-hal yang menguntungkan daripada harus berkorban. Oleh karena itu, ARB memanfaatkan Sandiaga untuk menjalankan misinya.

ARB yang rakus berpikir untuk memasang “orang-orangnya” di kubu Oposisi untuk melindungi kepentingannya. Maka, ARB memilih Sandiaga untuk dijadikan alat. Bagaimana mungkin? ARB adalah tokoh elit golkar yang pro pemerintah. Tidak masuk akal dong?

Jika kita analisis lebih jauh, hal ini tentu sangat memungkinkan. Bisa dikatakan ARB bermain dua kaki. Dia yang saat secara struktural berada di kubu petahana, namun juga memasang “orangnya” di kubu oposisi. Tidak bisa dipungkiri bahwa sesungguhnya ARB adalah sosok yang tidak cocok dengan Jokowi. Kenapa begitu? Ya, jelas karena kasus Lapindo.

Jokowi dengan tegas meminta pertanggungjawaban ARB terhadap kasus Lapindo. Di masa kepemimpinan Jokowi, ARB tidak bisa bertindak. Maka, jika di tahun 2019 Jokowi tetap melanjutkan kepemimpinannya, matilah ARB. Mau tidak mau ia harus membayar utangnya kepada negara. Hal ini tentu bukanlah keadaan yang diinginkannya. Oleh sebab itu, ARB berusaha memasang “orangnya” sebagai pihak anti pemerintah.

Dengan memasang Sandiaga di pihak oposisi, tentu tidak akan ada kecurigaan padanya. Padahal rakyat Indonesia bukanlah rakyat yang bodoh. Kita tahu, ARB berusaha menaikkan Sandi dengan sebuah kesepakatan agar ia bisa terbebas dari tanggungjawabnya memberikan ganti rugi.

Dengan memasang Sandiaga di kursi RI-2, ARB akan dengan mudah mengendalikan kebijakan Indonesia. Tahun 2019 akan dimanfaatkan oleh ARB dan pihak-pihak yang tidak ingin merugi dari kasus Lapindo untuk menghindar.

Jadi, terpilihnya Sandiaga sebagai cawapres Prabowo sudah direncanakan sejak awal. Kabar mengenai kardus dari Sandiaga hanyalah sebagai kamuflase agar misi yang sebenarnya tidak terungkap. Sandiaga hanyalah alat yang dikendalikan oleh ARB. Sandiaga memiliki sosok yang akan mendukungnya meraih kursi RI-2. Sosok tersebut adalah Abu Rizal Bakrie. Jika Prabowo-Sandiaga terpilih di Pilpres 2019, maka pihak-pihak yang doyan merampok uang negara akan berpesta pora. Oleh karena itu, jangan sampai salah menentukan pilihan. Jangan biarkan orang-orang jahat memimpin Indonesia.

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180811141409-32-321477/andi-arief-ungkap-kronologi-mahar-rp500-m-sandi-jadi-cawapres

http://batam.tribunnews.com/2018/08/22/masuk-daftar-orang-terkaya-di-indonesia-ini-5-bisnis-sandiaga-uno

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3600634/masuk-daftar-orang-terkaya-ri-harta-sandiaga-uno-turun-rp-28-triliun

https://ndoromoe.wordpress.com/2014/12/19/5-aksi-pemerintah-jokowi-beli-aset-lapindo-menyerahnya-bakrie/

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/08/11/07075761/detik-detik-sandiaga-melepas-jabatannya-sebagai-wagub-dki

https://www.jawapos.com/nasional/pemilihan/19/04/2017/ical-resmi-beri-dukungan-ke-anies-sandiaga

http://www.kabarbisnis.com/read/2814867/sandiaga-ucapkan-terima-kasih-ke-aburizal-bakrie

https://nasional.tempo.co/read/847632/anies-sandi-bertemu-aburizal-bakrie-dukungan-golkar-pecah

https://www.merdeka.com/politik/ini-yang-dibahas-anies-sandi-di-rumah-aburizal-bakrie-tengah-malam.html

https://today.line.me/id/pc/article/Sandiaga+Aburizal+Bakrie+Puji+Program+Oke+Oce-a129d5ad18a19b15541ba5d495361cc89d9eb0251edb5f0f8daae33b2c9b4379

https://www.arah.com/article/30322/bertemu-aburizal-bakrie-sandiaga-uno-akui-dititipi-pesan.html

https://www.moneysmart.id/politisi-lebih-tajir-dari-sandiaga-uno/

Hits: 0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *